oleh

Pengadaan Alkes RSUD Curup, Rawan ‘Penyimpangan’

banner 970x250

Pengoperasian Pesawat  CT Scan Tidak  Memenuhi Standar

 

 

Dok. Komputer yang digunakan Operator hanya diletakan di Sisi Pintu Masuk Ruangan.

REJANG LEBONG,  berantastoday.com  //  Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Oleh karnanya,  pembangunan  pada sektor kesehatan di era kepemimpinan Bupati H. Ahmad Hijazi, SH  dijadikannya sebagai skala prioritas.

Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan khususnya di kabupaten Rejang Lebong, pemerintah telah  telah menganggarkan anggaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana kesehatan pada setiap tahun anggaran.

Ironisnya, beberapa anggaran kegiatan yang disediakan dan dikucurkan pemerintah daerah ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)  terkadang justru diduga dimanfaatkan oknum  untuk  meraup keuntungan dan memperkaya diri.

Kondisi ini diduga terjadi pada paket kegiatan pengadaan barang dan jasa dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup, khususnya pada Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Tahun Anggaran 2017.

Informasi yang terhimpun, pengadaan Alkes RSUD dengan menggunakan sistem E-Katalog (e-Purchasing) yang menghabiskan anggaran APBD kabupaten Rejang Lebong sebesar Rp. 17,2 Milyar.  Salah satu sumber media ini yang layak untuk dipercaya mengatakan, dari sejumlah  item barang yang dibeli pada pengadaan alkes tersebut, yang cukup menonjol adalah pengadaan alat Radiologi Diagnostik yaitu Alat CT Scand. Dimana menurut sumber, anggaran untuk pembelian satu set alat tersebut telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp.4,3 Millyar.

“Cuma sebuah yang agak menonjol, pengadaan alat CT Scan. Karno selain hargonyo mencapai Rp. 4,3 M, tempat atau ruangannyo jugo belum ado. Seharusnyo alat itu perlu ruangan yang dirancang khusus, agar jangan sampai ado yang keno radiasi.” Ungkap sumber dengan logat khasnya, yang  berulang kali meminta agar jati dirinya dirahasiakan,

Ditambahkan sumber,  “Untuk permasalahan lain dan detailnya silahkan ditelusuri sendiri, yang  jelas dari pembelian alat CT Scan itu mereka juga mendapatkan Casback dari perusahaan yang nilainya cukup lumayan.”

Pantauan media ini, saat ini alat CT Scand sudah dioperasikan oleh pelayanan radiologi RSUD Curup, Sayangnya, penempatan alat tersebut diduga tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pada penggunaan dan pengoprasian alat CT Scant. Karena ruangan penempatan CT Scand hanya berukuran 2,5 m x 3 m, parahnya lagi, dibeberapa tempat / dinding ruangan  terdapat bagian yang terbuka.

Ironisnya,  komputer operator  yang dipergunakan untuk pengoperasian CT Scan, tidak memiliki ruangan khusus, melainkan hanya diletakkan  dibagian luar pintu masuk ruang pemeriksaan. Sejatinya, operator harus memiliki ruangan  tersendiri karena komputer operator menyimpan data dan memiliki program khusus mengoperasikan alat CT Scant itu.

“Kami tidak mengetahui dan mempunyai wewenang terlalu jauh pak, tugas kami hanya menjalankan dan mengoperasikan alat saja, selebihnya tanyakan saja pada atasan kami.” Kata salah satu petugas yang ada di ruang Pelayanan Radiologi.

Sayangnya, hingga berita ini di onlinekan,  Direktur RSUD Curup kabupaten Rejang Lebong, Drg. Asep Setia Budiman, belum dapat ditemui karena sedang berada diluar kota,

“Tanyakan sama direktur langsung aja, kalau kami tugasnya hanya mengurus administrasi dan kepegawaian. Sedikitpun tidak ada berhubungan dengan proyek-proyek yang ada di rumah sakit ini.” Kata Sofan Wahyudi, S.Si. Apt,  Kabag. Umum dan Kepegawaian RSUD Curup. (Red/**)

Komentar

News Feed